Bayangkan berdiri di tengah keramaian yang seharusnya menjadi momen autentik, namun yang tersisa hanyalah deretan toko suvenir dan antrean panjang tiket masuk. Fenomena ini bukan sekadar keluhan turis biasa, melainkan gejala sistemik dari kapitalisasi kebudayaan yang menggerogoti esensi titik terpopuler…

